me and myself..whatever!

29 Dec 2009

29 Dec 2009

“eksploitasi yang berpura tidak disadari atau tersadari namun dijalankan dengan keadaan sadar ia tereksploitasi,namun bungkam dan cenderung mengabaikan it is caused there are a needs for something that each other never know what it is, just theirself who know all about their reality.”
— myself

29 Dec 2009

“perempuan itu dikelilingi oleh 9 iblis dan 1 malaikat„sedangkan laki-laki dikelilingi 9 malaikat dan 1 iblis„
namun tetap saja„kebanyakan perempuan yang masih dapat mengikuti malaikat 1 daripada laki-laki yang sering terjebak oleh 1 iblis..
disana karena perempuan punya rasa yang tinggi„qalbu dan hati yang lebih terasah…”
— Vella„ my best friend

29 Dec 2009

rasa dapat menilai bahkan menutup rasio untuk seorang laki-laki

“Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.” dan semua itu tak terbantahkan„

— indah, my best friend

29 Dec 2009

“manusia diciptakan setara„lalu apa yang disebut inferior yang merupakan klaim atas perempuan seharusnya memang tidak ada. namun adakah diantaranya yang mengerti dan menyadarinya, ataukah hanya tersenyum dan menerimanya? lalu aku bergumam, bahkan tidak semua perempuan mengerti seperti apa perempuan itu sebenarnya„”
— myself

29 Dec 2009

perempuan ...

” Semangat akal budi telah berkumandang di seluruh dunia  ketahuilah hak hak mu! Kerajaan alam yang hebat tak lagi dikelilingi oleh prasangka, fanatisme, takhayul dan kebohongan-kebohongan. Dengan gagah berani, lawanlah alasan hampa dari keinginan untuk menguasaimu, karena itu bersatulah.”
(Olympe de Gouge, (1748-1793))

” Feminitas merupakan suatu konstruksi, kaum perempuan setara namun dididik  untuk menjadi subordinat, lemah dan bijak” (Marry Wollstonecraft)

quote yang sellau menanmkan spirit perjuangan atas hak-hak perempuan untuk kesetaraan yang seharusnya dimilikinya, aku hampir tidak mengenal apa itu bias Gender dan mengapa isunya tetap bergulat dan melekat tidak hanya dizamanya,ketika pertentangan  Tirani dalam hierarki  feodalisme dan rezim yang mengikatnya,namun hari ini akankan isu itu masih ada? lalu bagaimanakah dengan rezim tirani rumah tangga laki-laki atas perempuan yang kisah ketidakadilannya  tidak pernah usai sampai kini, benarkah jika perempuan tetap terdidik menjadi subordinat yang lemah dan hanya pantas  berada di sektor domestik? akankah patriarki itu masih ada? aku ingin mengetahuinya„ sungguh, bukan untuk mengkaji jauh hari ketika kekuasaan absolut itu masih ada, tapi hari ini ketika pergolakan revolusi reformasi,  dan berbagai aksi suara kesetaraan sentar dan sudah dikumandangkan? 
Tidak ingin menangis menjadi perempuan, tersenyum dan  bersyukur dikala rasionalisme tidak selalu bertahan ketika emosi bertahta begitu besar kini hanya bersyukur terpilih menjadi bagian yang penyayang dan menggunakan emosi dalam mengendalikan rasio agar tetap realistis, penyayang, mengangis dan mengerti „ bukankah perempuan itu indah„
dan kitapun seharusnya tahu, manusia diciptakan setara„lalu apa yang disebut inferior yang merupakan klaim atas  perempuan seharusnya memang tidak ada. namun adakah diantaranya yang mengerti dan menyadarinya, ataukah hanya tersenyum dan menerimanya? lalu aku bergumam, bahkan tidak semua perempuan mengerti seperti apa perempuan itu sebenarnya„ diantaranya hanya dapat tertawa dan menikmati diantara luka yang sebenarnya ia menyadari namun  mencoba untuk  mengabaikannya.. mungkin aku salah satunya :)

25 Oct 2009

Makrabku, makrabmu dan makrab kita semua

Malam yang sangat Akrab…

16/10/09

PAgi itu udara tak sesegar biasanya, aku mencoba menghubungi kawanku yang berjanji untuk menjemputku hari ini, mulai panic akan ketepatan janji yang aku tawarkan untuk mereka, aku mecoba berangkat sepagi mungkin untuk memenuhi janjiku. Merasa sangat bersalah kepadamua adikku, ketidakhadiranku mungkin membuat mereka resah dan jengkel,ingin rasanya menjadi pemandu yang baik, untuk mu, keterbatasan ini membuat aku pada posisi bersalah yang terlalu, akupun menyalahi diriku sendiri, aku berusaha untuk memandukan kalian dengan baik, semampuku dan sebaik yang aku bisa. TIdak hanya kalian yang menacri kemana aku, tapi aku sendiripun mencari kemana luang itu ada. Tapi aku tak ingin menyalahkannya, aku sangat menikmati semua kesibukan ini, namun aku merasa bersalah karena aku tidak bisa menjadipemandu yang baik, dan aku berusaha untuk menjaga kalian sesuai amanat sahabat –sahabatku yang menjadikan aku pemandu untuk selalu menyayang adik2ku. Aku menyayangi mereka, ya sudah seperti keluargaku sendiri, aku sendiri di jogja namun aku memiliki kalian semua seperti bagian dalam diriku, Aku tdak ingin disebut berlebihnan namun aku sangat bersyukur akan keberadaan dia, kamu dan mereka.

aku mengesimpangkan semua rasa paniku, kami semua berangkat dengan bis yang sudah terbagi dengan baik dan sampai dengan selamat, panitia mempolakan ruang yang nyaman untuk kami singgah semalaman dsini, tempat ini terdiri dari beberapa kamar dengan ukuran yang berbeda, bagiku ini termasuk nyaman karena budget sewa yang tidak begitu besar namun terfasilitasi denga baik, salud untuk mereka yang menemukan tempat yang nyaman seperti ni. Diawali oleh perkenalan aku merasa melupakan satu ritual yang penting, namun aku menanamkannya dalam hati dan berusaha untuk percaya hari in akan berjalan dengan lancar, aku yakin kamu pun tau apa ritual itu„heheh„

BErgelar tikar kami mulai mendengarkan satu persatu yel-yel kelompok, Prita dengan cirri khasnya “Slamat siang teman-teman” sudah menjadi menu pembuka yang tidak pernah terlewatkan, pembawa acara yang cukup komunikatif membuat kita semua selalu fokus dengan baik, tak lupa Games-games kreatif pastinya berjalan lancar, walaupun kelompokku tidak menang tapi kami cukup koperatif sebagai pejuang yang berhasil menebak Princess exotis dengan tepat..Gyabooouuuu ,*perlu perdebatan mendalam, konferensi, jampe jampe sampe konsultasi cenayang untuk menebak itu* haiyah…

CApek, basah, kotor, pegal, linu , asam urat bibir pecah pecah „ haiyah terus aja„ bagiku semua tidak terasa„, aku menikmatinya sungguh„ mulai dari foto2 narsis waktui senja ampe nanyi-nyanyi and menikmati panitia cowo yang bela2 in ngedance n membuat suasana menjadi asik di malam keakraban,sampai Hororisme yang membuat badanku kejang-kejang, haiyah„,tertawa, gembira dan bersenang-senang itu yang aku rasakan,.. Semua tersenyum, walaupun aku tak tahu apa yang mereka rasakan sesungguhnya atau masalahapa yang mereka hadapi, aku menganggapnya ini sebuah keberagaman yang seragam, hamper tak terlihat sirat wajah dan rasa yang berbeda, mereka menjadi satu keutuhan yang sama, bergerak, bercengkrama, tersenyum dan bahagia, aku tak yakin mereka masih nmenyisakan sedih pilu akan masalahnya, yang kuliaht mereka hanya menikmati hari ini„ saat kita bersama. Akupun begitu, aku hamper melupakan semua masalahku dan kepnatanku, lalau aku berucap kalau aku bersyukur dipilihnya untuk bergabung disini bersama adik-adikku yang sudah aku anggap seperyi saudaraku. Ya kita semua bersaudara„ aku kamu dan mereka…
Aku menyadarinya, siang terasa pelik, suara air terjun itu dan panasnya hari ini menggugahku untuk segera mencari diamana sumber suara itu berasal, melangkah untuk kesekian kalinya, memadu bukit dengan melewati tangga yangtak terhitung jumahnya, sesekali aku terhenti dan beristirahat sejenak, „ di sudut tak sengaja aku brtemu dengannya, aku bersamanya melewati tangga yang terjal sambil bercanda disusul degan kawanan yang bersemangat namun ketakutan akan serangan monyet monyet jail yang horor abez
aku tersenyum sendiri, umur kami sangat berbeda tepat 4 tahun dibawahku dan aku datasnya, kita ini setara guammaku, kau tidak ingin dianggap lebih walaupun memang aku lebih tua darinya, lalu ia menyakinkanku kalau kita adalah sama, lalu aku bersyukr memiliki adik seperti kamu dan dia„lalu kembali aku bergumam sendiri
“today is perfect”

Fajar dan renungan malamku

Diwaktu fajar, aku melihat warna keakraban dan awan yang sangat bersahabat, menghela nafas sejenak aku mengingat kisahku yang aku lewati begitu panjang, ya aku sudah lama berada disini,JOgja„ aku termenung dan meihat awan menawan yang Ista bilang hampir menyerupai Eskrim, ya memang warananya yang biru hijau dan pink membuatku terkagum kagum dan tak henti bersyukur. Sekali lagi aku menghela nafas.. menghirup nafas panjang.. merasa sedih karena harii ini cpet berlalu, aku masih ingin menghelakan nafas di waktu luangku„ meghirup udara pagi aku tertegun dan memejamkan mata, disela letihku pada malam itu, aku teringat doaku sebelum memejamkan mata, aku melihat adikku sedangtertidur lelap semua terlihat letih namun mereka senang, lalu aku mencoba tetap membuka mataku sampai kelopaknya meletup sendiri, cahaya lampu sudah terbiaskan dalam-dalam„ gambar yang terlihat hampir meredup dan yang terlihat hanya garis cahaya yang semakin mengecil„ takuasa aku menahan kantukku, semua lelap cahaya padam, akupun tertidur pulas..


25/10/09

HAri ini, ditemani segelas air putih dan tumpukan kertas, aku mncoba mengabaikan sejenak materi yang harus aku perjuangkan besok, hari ini jogja panas, kepenantan ini sudah jelas sampai kekerongkonganku, aku tak mengira debet air yang aku minum sudah melampauwi batas wajar konsumsiku, sungguh prestasi yang memukau, aku mencoba membanggakan diriku sendiri.
Hanya memandang dan mendengar siulan burung yang bertengger di atap rumah, aku mencoba mengasikkan diri dengan harapan kepenatan ini akan hilang, tia-tiba rasa itu kembali bersimfoni dalam kepalaku. Sekali lagi aku mengeluh, panas sekali jogja hari ini.lau aku termenung dan kemudian tertawa sendiri, aku kepanasan., ya seminggu yang lalau aku merasakan panas ini, tapi panas yang kurasakan bukan kepenatan yang aku rasakan sekarang, walaupun lebih panas dari yang kurasakan hari ini, keceriaan menutupnya hingga membawa angin kesejukan bagi yang menikmatinya. AKu menikmatinya, bahkan terlalu asik sampai aku lupa kalau pada saat itu suhu udara hamper mencapai 42„, kapan hari itu terulang kembali, keluhku..

Aku kebali meminum air putih yang hamper habis… aku melihat sahabatku yang sedang asik menikmati udara panas disebelahku dan memejamkan mata, aku tetap bergulat dan asik dengan pikiran pikiran seminggu yang lalu, sambil melihat burung yang masih bercengkrama di atap rumah aku mencoba menuliskan kebahagiaan yang sayang untuk dilupakan„ seketika mataku kabur dan mengabaikan pantulan cahaya yang menusuk pipiku, ternyata loteng ini membantuku, untuk bercengkrama dan mengingat nya kembali, badanku terdiam, mataku takbergerak lagi, aku hanya terfokus akan satu titik gedung MM UGM yang terlihat semakin kabur dan menjauh, lalu aku mengingat hari yang sangat melelahkan itu dan cukup berkata “ aku sangat menikmatinya kawan”

“ Bercerita, tertawa dan bahagia, aku gambarkan keceriaan ini dimalam yangtelah kita susun bersama untuk kesuksesannya, , kupastikan keceriaan itu untukmu dan mereka, dan kebahagiaan itu lebih pasti daripada hokum pasti yang pernah ada, salut untukmu Hanjoy dan kawan-kawanku, “

Walaupun posisi aku tidak punya pengaruh yang penting,n kata2 ku yang kelewat lebay atau terdapat kata menyakitkan, aku mau bilang maaf bgt bgt bgt bgt bgt„ kalau kemarin kenerjaku kurang optimal atau kesalahan heheh„ tapi jangan cegah aku buat blang..

“Salud buat temen2 acara, salud juga buat temen2 P3 K sumpeh „ kalian preventif n proaktif abis„, buat dokumentasi„foto2ny keren2 euy„ Pemandu„seneng banget bisa koordinasi sama kalian semua, keamaman „makasih pinjemn HT nya hahah„n terakhir buat Hanjoy n PH„ Salud buat kalian…”


23 Oct 2009

“aku tersadar„ tenyata manusia diantara kesamaannya yaitu bernafas, bergerak dan menangis lalu tertawa dan ada kisah pembedanya diantara problema tersimpan yang hanya mereka yang tahu, “Rasa menjadi saksinya” rasa tersimpan dalam hati, dan hanya aku, kamu dan mereka yang tau apa yang sedang kita rasa, lalu aku berbohong lagi, mukaku, mukamu dan muka mereka yang terlihat ceria mungkin menyimpan rasa sakit yang hanya aku, kamu dan mereka semua yang tahu..” ==> Chocolate (my new notes)”

23 Oct 2009

chocolate..

Hari itu sangat ramai, aku dan andri gak bisa berkata apa-apa, sambil berfikir apa sebaiknya kita hengkang dari tempat yang ramai ini, tempat in cukup kondusif untuk kami berbincang sayang untuk dilewatkan, aku tak tahu yang ada dipikiranku bagaimana aku bercerita dan menenangjkan diri, ini dua hari sebelum aku ujian, aku harus pastikan aku dalam kondisi stabil. Aku berucap berulang kali,

“ Apap kita cabut aja ndri?”

Lalu ia berkata seklai lagi “ ayo kita cari tempat dulu, klo gak ada tempat baru kita cabut dari sini “

aku terima sarannya, kita bergegas masuk ke dalam, sebeumnya aku menorah ke belakang „ memang space parker yang sudah penuh aku hamper putus asa kalau kita dapat tempat yang asik. Kami berdua menghela nafas panjang, sepertinya malam ini sangat panjaang

Aku melihat keramaian, hampir semua pengunjung ditemani oleh secangkir coklat atau kopi panas yang  beragam macamnya, musik menggema di keramaian,lampu essential menghiasi di beberapa sudut dinding, terkesan romantis tapi konsepnya membuat pengunjung terkesan akrab, semua ikut bernyanyi, ramai sekali, asap rokok berrkumpul ceria dan bergerumbul„,asap asap yang meniunjukan, ketangguhan, kecantikan dan karakter bagi para penikmatnya„ aku hanya melihatnya dan melihat mereka yang sedang mencoba “shisha” lalu bercengkrama satu dengan yang lain, semua terpola dengan sangat teratur, hanya duduk, memesan secangkir kopi, bercerita , bernyayi dan bercanda, hamper semua yang megunjungi tempat in terpola seperti itu„ aku melangkah melewati mereka, seolah mengabaikan tapi kucoba  melihat sekeliling dengan perasaan heran, aku menghela nafas lagi„ melihat muka setiap pengunjung yang ada disana, sungguh anehtapi aku benar- benar melakukannya. Kali ini aku tersentak dan meratapi nasibku lagi, aku melihat garis wajah yan beerbeda-beda, mereka terkoordinasi dan berjalan seperti system, semua bergerak dengan terpola, memesan, bercanda, berbincang dan bernyanyi, namun perasaan dan garis wajah tidak dapat menbgabaikan bebagai keragaman yang dapat aku lihat, tidak dapat kusimpulkan apapun, perasaan menutup semua hipotesis ku, aku tau  “ rasa “ tak bisa membohongi semua, aku membatin denga menghela nafas sekali lagi„ aku melihat lagi mereka.. ya mereka yang berkunjung kesini, terlihat memiliki tujuan yang sama tapi aku sadar mereka berbeda, sangat berbeda, aku tidak berpusat pada memesan atau bernyayi bersama , perbedaan diantara kesamaan yang ada, aku melihat rasa dan garis wajah yang bebeda, lalu aku meyakini, ada pembeda diantara kesamaan ini, yaitu rasa „„ya rasa“ TIdak semua bahagia, dan tidak semua bersedih!!!!!”

Aku bergumam sendiri„ aku menahan tawaku sendiri diantara konyolnya pikiranku, aku membawa rumit smuanya„ tapi sungguh aku merasa tertolong.„ dan

Aku  kembali melihat garis wajah mereka, ada sepasang  kekasih yang sedang berdiam diri, ya mereka semua memesan minuman tapi dengan wajah yang cemberut aku yakin mereka sedang berantem„ hahah, lalu ada lagiyang memesan dengan wajah yang ceria, aku yakin dia pasti baru gajihan (merasa sok tau mode on), lau ada lagi yangememsan minuman dengan tatapn yang kosong , sendiri dan menunggu, aku tak tahu orangitu sedang menunggu apa, tersirat dari wajahnya seperti ia tidak menginginkan apapun untuk hari ini.

LAlu aku tersadar„ tenyata manusia diantara kesamaannya yaitu berbafas, bergerak dan menangis lalu tertawa dan ada kisah pembedanya diantara problema tersimpan yang hanya mereka yang tahu, “Rasa menjadi saksinya” rasa tersimpan dalam hati, dan hanya aku, kamu dan mereka yang tau apa yang sedang kamu rasa, lalu aku berbohong lagi, mukaku, mukamu dan muka mereka yang terlihat ceria mungkin menyimpan rasa sakit yang hanya aku, kamu dan mereka semua yang tahu..

Aku tidak ingin menyebut manusia seperti topeng, karena tidak semua manusia menyimpan perasaan sendiri„

Ya, aku meyakini diriku bukan hanya diriku saja yang memiliki masalah, lalu kataku berucap untuk kesekian kalinya

“ Hah, setiap manusia memiliki maslah yang berbeda dan sellu menganggap masalahnya aling berat”Keluhku..

“ Kenapa gie?” tegur Andri sesaat

“ Eh gpp” lalu aku menorehkan senyum paling manis,

Denganmu sahabatku, aku melewati nya dengan sangat tegar, kami memesan snow chocolate ice,aku mulai menyukai minuman ini, aku memulainya dengan bercerita tentang kisah konyol, lalu bercerita tentang cinta yang menurut kita berdua sangat complicated. Lalu aku bergumam sendiri sungguh ansyik berbincang dengannya,aku hamper mngabaikan masalahku sendiri, saling bercerita sampai lupa waktu itu yang aku lakukan, sampai akhirnya semua pembicaraan ini terhenti saat aku mengingat tempat yang sedang kami duduki adalah tempat yang taka sing aku duduki,

Ya itu pertama kalinya anggit membawaku ke tempat ini, dengan situasi yang sama, dimana aku butuh hiburan dan hanya ingin bercerita.

Aku teringat dirinya disaat itu memakai baju warna hijau, aku tertawa bersama andri dan mengingatnya kembali, aku seperti tertarik pada kisah lamaku, setahun yang lalu, aku duduk deng posisi yang sama berbincang dengan tema yang berbeda namun rasa kembali mengantuiku, rasa tempat ini tak berbeda, aku melihat sekelilingku, semua berucap bernyayi dan tertawa, kau melihatnya seperti opera bisu, semua bergerak lamban tanpa suara, aku melihat andri berucap, sangat asyik sekali, kami bercanda, namun pikiranku masih bergulat akan uvoria dirinya yang masih terasa di benakku setahun yang lalu.LAlu kami beranjank membicarakan nya, , Andri pernah bertemu dengan nya sekali atu dua kali, tapi aku yakin ia tak begitu paham akan kisahku, aku ingin mengabaikannya, kupaksa„aku mencoba mengabaikannya lalu mengikhlaskanya, sakit memang tapi waktu tetap berjalan dan menganggapnya sebagai kisah yang tak terlupakan, ini adalah penghargaan untuknya,tak perduli apa yang ia rasa./ walaupun aku yakin aku yang lebih sering tersakiti, tapi aku bersyukur pernah mennyayangimu.

Menghela nafasss….

aku mengbaikan semua, dan mulai berbincang yang lain.. aku menikmati hari ini sungguh

LAlu semua berakhir„ aku tak mengira sudah selarut itu,coklatku sudah habis,  kami berbicara  kisah  tentangmu dan masalahmu .. tentangku dan masalahku„ dia sahabatku „ dan selamanya menjadi adik dan sahabatku, .

waktu yang larut, aku pun melihat bulan kian bersiaga„sambil berjalan di parkiran  kami cengegesan seperti orang aneh„Andri mulai mengendarai motor, aku bersiaga memasang helm ku, kumelihat wajah dibalik spion.. seperti adikku, aku bergumam

hei kamu orang yang 3 tahun lebih muda dariku dan aku 3 tahun lebih tua darinya, aku melihat sosok adik didepanku, dan aku mulai teringat adikku di bogor dengan kelakuan yang hampir menyamainya„ Andri,. andri„ hahah

23 Oct 2009

Lentera,,

Ya dulu, 2 tahun yang lalu, aku sering melakukannya„

suatu ketika aku berjalan di lorong yang sempit „ sambil melangkah aku menghitung angka acak itu seperti alunan lagu berbait indah„sering kulakukan itu sesaat aku berada di sini„ bosan, tapi keluhan itu sangat tidak membantu„ hihi..JOgja tidak seterik ini„ tidak seperti kemarau yang sering kulalui„aku hidup disini mencoba untuk bahagia berharap memang kebahagiaan itu nyata untuku„ lalu ku meencba menghitung lagi„ entahlah ada orang atau tidak yang melihat kekonyolanku,tapi aku cukup puas melakukan kegiatan yang menurutku mengasyikan„

ya, berjalan di lorong sempit sambil menghitung angka acak, seperti baitan alunan lagu tentang perjalanan hidup„ ternyata aku sedang menghitung waktu„ waktu yang telah kuhabiskan untuk sisa hidupku, apa saja yang telah aku lakukan selama ini?? aku mencoba merefleksikannya di lorong ini, lorong sepit tak berbatu„ hanya ada tanah dikelilingi dinding dan pagar2 tinggi„ aku rasa tak ada yang melihatnya..

Mulutku komat kamit, mataku bergerak cepat„tak terasa tempat peraduanku sudah terlihat, lorong itu sudah lewat sampai batasnya„ aku berhenti menghitung, hanya nampak gerbang besar yang kutahu tak asing bagiku..

ya„ aku sampai kos..
Membuka kamar yang menjadi peraduanku selama ini dengan sangat hati-hati, ,sambil menghela nafas„ melihat kamarku yang tumben terlihat rapi,kumencoba memberikan setitik cahaya di dalamnya,lalu hatiku berguman sendiri„ ” tumben sekali terlihat rapi”.. lalu kumatikan kembali,
aku duduk diatas surga tidurku sambil merunduk, menatap pantulan langit-langit atap di lantai dengan tatapan yang kosong„ aku mencoba mengingat kembali untaian kisah yang kucoba kuingat di lorong itu„ aku hanya bergumam sendiri ” bukanlah aku ini bodoh, untuk apa aku mengingatnya lagi” Lalu aku mencoba melihat sosok wanita di depanku, sungguh kantung matanya yang menghitam dan besar menujukan ia memang wanita yang sangat payah, kutersentak karena kumelihat cerminan diriku sendiri, seolah ia bergerak dan berkata ” sungguh kasihan dirimu, tidakah kau kasihani dirimu sendiri” ia pun menangisi untuk dirinya sendiri„ ” sungguh kasihan!”

Lalu aku mulai resah dengan pikiranku sendiri„ sesejali kumenghampiri tumpukan foto yang sudah lama tidak ingin aku lihat lagi„ tumpukan itu masih berada di beranda unjung tembok, sengaja kusimpan disana berniat untuk tidak membukanya lagi„walaupun sesekali hatiku tergerak seperti proton bertemu elektron, seperti heroin bertemu pecandunya, keinginan kerasku untuk menghampiri catatan dan seberkas memori itu membuatku menjadi setengah gila, aku tak bisa menahanya..ini semua membuatku sakit

Sambil tergetar kuhambiri tumpukan itu„ kotak yang sudah aku tutup rapat2 kubuka kembali„belum saja kubuka, aku sudah bisa merasakan keresahannya„ haah..aku melihatnya lagi„

melihatnya untuk sekian lama kututup rapat„haah, kumenghela nafas, kali ini udara yang kuhirup dapat kurasakan hingga keronnggaku, aku menahannya hingga terasa kehatiku, sesak rasanya,aku tak bisa menahanya„ aku terdiam sekian detik dan dengan tatapan kosong semua masuk ke memoriku seperti gambaran video masa lalu dan bergerak dengansangat cepat, sepertinya memori ini memaksa untuk memflash back semua kenangan itu„ mataku tetap kosong „ semua yang bergerak hanyalah otakku yangtidak dapat aku kendalikan„

entah aku meraas sangat payah„ memori itu hampir marasuki semua bagian dalam otakku„ aku tetap terdiam dengan tatapan yang kosong„ sampai akhirnya semua sudah siap untuk memulai cerita itu, aku sepertia alat penggerak yang siap memutarkan kisah yang amat panjang„ aku memang sakit namun kali ini akumerasa aku benar-benar sakit..

tak peduli rasa itu„

lalu,detik kian berlalu gambaritu sudah terlihat jelas, dan kisah ini dimulai..l..

Kutersentak lalu bernafas perlahan„ ingin kuulangi kisah itu tapi terlalu sakit untuk mengingatnya. Aku merasakan bahagia itu tapi mengapa terlalu dalam luka yang ditinggalkannya. Ya luka untuk mennyayangi apa yang sebenarnya tak patut aku pikirkan.KAdang mencintai tak perlu pembalasan namun pengorbanan tetap sakit jika tidak terbalaskan. Aku emcintai kadang tak cukup hanya untuk berkata aku sayang, tapi pembuktian yang diharapkan bukan omong kosong yang dianggap tabu oleh nya. Aku, kamu dan mereka sudah dewasa, itu yang sering terucap darimu utuk meyakinkanku “sayang tak perlu pengorbanan yang berlebihan !”

lalu aku dituntutnya untuk mendewasakan diri dengan caranya. Ya aku berusaha dewasa untuk menyayangi dirinya, disaat aku sedang jatuh cinta„ kubuttakan mataku hingga semua terasa gelap, aku sadarai namun kumencoba untuk tidak menyadarinya hingga aku mencoba menyakiti diriku sendiri untuk menyayanginya, sungguh aku tak menyalahkan mereka , ataupun kamu, tapi aku bersyukur aku masih diberikan  pilihan untuk menyayangimu sampai hari ini. Entah sampai kapan kegilaan ini akan berakhir, sungguhpun aku ingin mengakhirinya, tapi hatiku berkata aku bukan manusi super, aku mengerti kelemahanku, kelemahanku yang tak pernah aku pahami bagaimana cara mengobatinya„aku tidak ingin mengatakan aku sayang, tapi sungguhpun sayang ini tidak sebesar luka yang ada, aku bersyukur sayangku masih terlalu besar untuk memaafkanmu„mamaafkannya dan memaafkan mereka„

Agustus 2006

Suasana ramai, seperti biasanya aku bergegas pergi ke kampus dengan hatiyang gundah, tidak tahu mengapa, tapi bisa dikira jam sudah menunjukan angka yang msembuatku mual dan sedikit panic, ya 07.35. bukankah itu waktu yang telat buat anak kampus yang seharusnya masuk di pukul 07.30

“ Yah„ berangkat dah .. Muka ku memelas

„ Mbk Liaaa„ tungguin aku dunkz” Tegurku sambil mengikatkan tali sepatuku yang sering membuatku jengkel. Kupastikan LIa hanya terkikik sambil membawa motor barunya membelakangiku..

“ Telat lagi neng? Kebiasaan nih , hihihi” Balasnya.. Cukup singkat tapi aku yakin cekikiknya menandakan bertapa pemalasnya aku

Bergegas dengan wajah yang cukup berantakan, tanpa terpoleskan satu kosmetik bahkan terbiasa  berangkat tak berparfum aku memanggil teman sebelah kamarku, Upszz Lia namanya.. Kakak tingkat yang cukup terliat muda, bukan hanya terlihat muda tapi emang umurnya yang masih sangat muda„ sungguh prestasi yang membuatku cukup terkagum2 ketika kutanyakan umurnya pada saat itu, kami berbeda 3 bulan„ dan astaganya 3 bulan lebih tua aku dibandingkan dia yang berbeda 2 tingkat lebih senior dari umur kuliahku. IRONIS

… ting tong„, aku melihat diriku kembali sesaat berfikir mengenai Lia

dengan perasaan penuh haru, kumenghampirinya. Haiyahh„ haru ???? , ya„ haru karena disaat telat seperti ini„ mendapatkan tumpangan adalah ide cemerlang yang pernah ada. Dan jackpot untuk mu mbk Lia„ kau menjadi wonder womenku , at least untuk hari ini…

AKu dan kebiasaan burukku dan dia dengan kebiasaan baiknya, aku merasa tertolong jika aku bersamanya karena putius asa mendapatiku tak mengenal siapappun di Jogja,

Lia dan senang akan kebiasaanya. Hampirtak ada celah  kesalahan untuk menegur nya aku memncintainya seperti kakaku sendiri. Dan kupastikan diapun begitu, lalu kuanggap itu adalah kepastian lebih dari hokum pasti yang pernah ada.

Salut De Amour„ masih mengalun indah, seolah mengajakku berdansa diantara baitan dan gesekan biola yang mengayun„,  sangat mempesona„ semua terdengar jelas ditelingaku. Perjalanan 5 menit aku habiskan untuk ini, untuk lagu yang entah tak akan berhenti mengalun dikepalaku untuk waktu yang lama.. Salut De Amour sangat indah Elgar menciptakannya „ aku bahagia untuk lagu ini, dan menangis jika mendengarnya„ beribu kuulangi terus„ sampai…semua berhenti „,

“ Udah sampe neng„ cepetan masuk„ gita niii„, “ tegur Mbk lia sambil memberhentikan motornya„

Lagunya berhenti seketika motor terhenti„ aku rasa aku sudah sampai..lagu ini masih terngiang di kepalaku„ sampai akhirnya, aku melihatnya lagi…

BErsambung …..