me and myself..whatever!

25 Oct 2009

Makrabku, makrabmu dan makrab kita semua

Malam yang sangat Akrab…

16/10/09

PAgi itu udara tak sesegar biasanya, aku mencoba menghubungi kawanku yang berjanji untuk menjemputku hari ini, mulai panic akan ketepatan janji yang aku tawarkan untuk mereka, aku mecoba berangkat sepagi mungkin untuk memenuhi janjiku. Merasa sangat bersalah kepadamua adikku, ketidakhadiranku mungkin membuat mereka resah dan jengkel,ingin rasanya menjadi pemandu yang baik, untuk mu, keterbatasan ini membuat aku pada posisi bersalah yang terlalu, akupun menyalahi diriku sendiri, aku berusaha untuk memandukan kalian dengan baik, semampuku dan sebaik yang aku bisa. TIdak hanya kalian yang menacri kemana aku, tapi aku sendiripun mencari kemana luang itu ada. Tapi aku tak ingin menyalahkannya, aku sangat menikmati semua kesibukan ini, namun aku merasa bersalah karena aku tidak bisa menjadipemandu yang baik, dan aku berusaha untuk menjaga kalian sesuai amanat sahabat –sahabatku yang menjadikan aku pemandu untuk selalu menyayang adik2ku. Aku menyayangi mereka, ya sudah seperti keluargaku sendiri, aku sendiri di jogja namun aku memiliki kalian semua seperti bagian dalam diriku, Aku tdak ingin disebut berlebihnan namun aku sangat bersyukur akan keberadaan dia, kamu dan mereka.

aku mengesimpangkan semua rasa paniku, kami semua berangkat dengan bis yang sudah terbagi dengan baik dan sampai dengan selamat, panitia mempolakan ruang yang nyaman untuk kami singgah semalaman dsini, tempat ini terdiri dari beberapa kamar dengan ukuran yang berbeda, bagiku ini termasuk nyaman karena budget sewa yang tidak begitu besar namun terfasilitasi denga baik, salud untuk mereka yang menemukan tempat yang nyaman seperti ni. Diawali oleh perkenalan aku merasa melupakan satu ritual yang penting, namun aku menanamkannya dalam hati dan berusaha untuk percaya hari in akan berjalan dengan lancar, aku yakin kamu pun tau apa ritual itu„heheh„

BErgelar tikar kami mulai mendengarkan satu persatu yel-yel kelompok, Prita dengan cirri khasnya “Slamat siang teman-teman” sudah menjadi menu pembuka yang tidak pernah terlewatkan, pembawa acara yang cukup komunikatif membuat kita semua selalu fokus dengan baik, tak lupa Games-games kreatif pastinya berjalan lancar, walaupun kelompokku tidak menang tapi kami cukup koperatif sebagai pejuang yang berhasil menebak Princess exotis dengan tepat..Gyabooouuuu ,*perlu perdebatan mendalam, konferensi, jampe jampe sampe konsultasi cenayang untuk menebak itu* haiyah…

CApek, basah, kotor, pegal, linu , asam urat bibir pecah pecah „ haiyah terus aja„ bagiku semua tidak terasa„, aku menikmatinya sungguh„ mulai dari foto2 narsis waktui senja ampe nanyi-nyanyi and menikmati panitia cowo yang bela2 in ngedance n membuat suasana menjadi asik di malam keakraban,sampai Hororisme yang membuat badanku kejang-kejang, haiyah„,tertawa, gembira dan bersenang-senang itu yang aku rasakan,.. Semua tersenyum, walaupun aku tak tahu apa yang mereka rasakan sesungguhnya atau masalahapa yang mereka hadapi, aku menganggapnya ini sebuah keberagaman yang seragam, hamper tak terlihat sirat wajah dan rasa yang berbeda, mereka menjadi satu keutuhan yang sama, bergerak, bercengkrama, tersenyum dan bahagia, aku tak yakin mereka masih nmenyisakan sedih pilu akan masalahnya, yang kuliaht mereka hanya menikmati hari ini„ saat kita bersama. Akupun begitu, aku hamper melupakan semua masalahku dan kepnatanku, lalau aku berucap kalau aku bersyukur dipilihnya untuk bergabung disini bersama adik-adikku yang sudah aku anggap seperyi saudaraku. Ya kita semua bersaudara„ aku kamu dan mereka…
Aku menyadarinya, siang terasa pelik, suara air terjun itu dan panasnya hari ini menggugahku untuk segera mencari diamana sumber suara itu berasal, melangkah untuk kesekian kalinya, memadu bukit dengan melewati tangga yangtak terhitung jumahnya, sesekali aku terhenti dan beristirahat sejenak, „ di sudut tak sengaja aku brtemu dengannya, aku bersamanya melewati tangga yang terjal sambil bercanda disusul degan kawanan yang bersemangat namun ketakutan akan serangan monyet monyet jail yang horor abez
aku tersenyum sendiri, umur kami sangat berbeda tepat 4 tahun dibawahku dan aku datasnya, kita ini setara guammaku, kau tidak ingin dianggap lebih walaupun memang aku lebih tua darinya, lalu ia menyakinkanku kalau kita adalah sama, lalu aku bersyukr memiliki adik seperti kamu dan dia„lalu kembali aku bergumam sendiri
“today is perfect”

Fajar dan renungan malamku

Diwaktu fajar, aku melihat warna keakraban dan awan yang sangat bersahabat, menghela nafas sejenak aku mengingat kisahku yang aku lewati begitu panjang, ya aku sudah lama berada disini,JOgja„ aku termenung dan meihat awan menawan yang Ista bilang hampir menyerupai Eskrim, ya memang warananya yang biru hijau dan pink membuatku terkagum kagum dan tak henti bersyukur. Sekali lagi aku menghela nafas.. menghirup nafas panjang.. merasa sedih karena harii ini cpet berlalu, aku masih ingin menghelakan nafas di waktu luangku„ meghirup udara pagi aku tertegun dan memejamkan mata, disela letihku pada malam itu, aku teringat doaku sebelum memejamkan mata, aku melihat adikku sedangtertidur lelap semua terlihat letih namun mereka senang, lalu aku mencoba tetap membuka mataku sampai kelopaknya meletup sendiri, cahaya lampu sudah terbiaskan dalam-dalam„ gambar yang terlihat hampir meredup dan yang terlihat hanya garis cahaya yang semakin mengecil„ takuasa aku menahan kantukku, semua lelap cahaya padam, akupun tertidur pulas..


25/10/09

HAri ini, ditemani segelas air putih dan tumpukan kertas, aku mncoba mengabaikan sejenak materi yang harus aku perjuangkan besok, hari ini jogja panas, kepenantan ini sudah jelas sampai kekerongkonganku, aku tak mengira debet air yang aku minum sudah melampauwi batas wajar konsumsiku, sungguh prestasi yang memukau, aku mencoba membanggakan diriku sendiri.
Hanya memandang dan mendengar siulan burung yang bertengger di atap rumah, aku mencoba mengasikkan diri dengan harapan kepenatan ini akan hilang, tia-tiba rasa itu kembali bersimfoni dalam kepalaku. Sekali lagi aku mengeluh, panas sekali jogja hari ini.lau aku termenung dan kemudian tertawa sendiri, aku kepanasan., ya seminggu yang lalau aku merasakan panas ini, tapi panas yang kurasakan bukan kepenatan yang aku rasakan sekarang, walaupun lebih panas dari yang kurasakan hari ini, keceriaan menutupnya hingga membawa angin kesejukan bagi yang menikmatinya. AKu menikmatinya, bahkan terlalu asik sampai aku lupa kalau pada saat itu suhu udara hamper mencapai 42„, kapan hari itu terulang kembali, keluhku..

Aku kebali meminum air putih yang hamper habis… aku melihat sahabatku yang sedang asik menikmati udara panas disebelahku dan memejamkan mata, aku tetap bergulat dan asik dengan pikiran pikiran seminggu yang lalu, sambil melihat burung yang masih bercengkrama di atap rumah aku mencoba menuliskan kebahagiaan yang sayang untuk dilupakan„ seketika mataku kabur dan mengabaikan pantulan cahaya yang menusuk pipiku, ternyata loteng ini membantuku, untuk bercengkrama dan mengingat nya kembali, badanku terdiam, mataku takbergerak lagi, aku hanya terfokus akan satu titik gedung MM UGM yang terlihat semakin kabur dan menjauh, lalu aku mengingat hari yang sangat melelahkan itu dan cukup berkata “ aku sangat menikmatinya kawan”

“ Bercerita, tertawa dan bahagia, aku gambarkan keceriaan ini dimalam yangtelah kita susun bersama untuk kesuksesannya, , kupastikan keceriaan itu untukmu dan mereka, dan kebahagiaan itu lebih pasti daripada hokum pasti yang pernah ada, salut untukmu Hanjoy dan kawan-kawanku, “

Walaupun posisi aku tidak punya pengaruh yang penting,n kata2 ku yang kelewat lebay atau terdapat kata menyakitkan, aku mau bilang maaf bgt bgt bgt bgt bgt„ kalau kemarin kenerjaku kurang optimal atau kesalahan heheh„ tapi jangan cegah aku buat blang..

“Salud buat temen2 acara, salud juga buat temen2 P3 K sumpeh „ kalian preventif n proaktif abis„, buat dokumentasi„foto2ny keren2 euy„ Pemandu„seneng banget bisa koordinasi sama kalian semua, keamaman „makasih pinjemn HT nya hahah„n terakhir buat Hanjoy n PH„ Salud buat kalian…”


23 Oct 2009

“aku tersadar„ tenyata manusia diantara kesamaannya yaitu bernafas, bergerak dan menangis lalu tertawa dan ada kisah pembedanya diantara problema tersimpan yang hanya mereka yang tahu, “Rasa menjadi saksinya” rasa tersimpan dalam hati, dan hanya aku, kamu dan mereka yang tau apa yang sedang kita rasa, lalu aku berbohong lagi, mukaku, mukamu dan muka mereka yang terlihat ceria mungkin menyimpan rasa sakit yang hanya aku, kamu dan mereka semua yang tahu..” ==> Chocolate (my new notes)”

23 Oct 2009

chocolate..

Hari itu sangat ramai, aku dan andri gak bisa berkata apa-apa, sambil berfikir apa sebaiknya kita hengkang dari tempat yang ramai ini, tempat in cukup kondusif untuk kami berbincang sayang untuk dilewatkan, aku tak tahu yang ada dipikiranku bagaimana aku bercerita dan menenangjkan diri, ini dua hari sebelum aku ujian, aku harus pastikan aku dalam kondisi stabil. Aku berucap berulang kali,

“ Apap kita cabut aja ndri?”

Lalu ia berkata seklai lagi “ ayo kita cari tempat dulu, klo gak ada tempat baru kita cabut dari sini “

aku terima sarannya, kita bergegas masuk ke dalam, sebeumnya aku menorah ke belakang „ memang space parker yang sudah penuh aku hamper putus asa kalau kita dapat tempat yang asik. Kami berdua menghela nafas panjang, sepertinya malam ini sangat panjaang

Aku melihat keramaian, hampir semua pengunjung ditemani oleh secangkir coklat atau kopi panas yang  beragam macamnya, musik menggema di keramaian,lampu essential menghiasi di beberapa sudut dinding, terkesan romantis tapi konsepnya membuat pengunjung terkesan akrab, semua ikut bernyanyi, ramai sekali, asap rokok berrkumpul ceria dan bergerumbul„,asap asap yang meniunjukan, ketangguhan, kecantikan dan karakter bagi para penikmatnya„ aku hanya melihatnya dan melihat mereka yang sedang mencoba “shisha” lalu bercengkrama satu dengan yang lain, semua terpola dengan sangat teratur, hanya duduk, memesan secangkir kopi, bercerita , bernyayi dan bercanda, hamper semua yang megunjungi tempat in terpola seperti itu„ aku melangkah melewati mereka, seolah mengabaikan tapi kucoba  melihat sekeliling dengan perasaan heran, aku menghela nafas lagi„ melihat muka setiap pengunjung yang ada disana, sungguh anehtapi aku benar- benar melakukannya. Kali ini aku tersentak dan meratapi nasibku lagi, aku melihat garis wajah yan beerbeda-beda, mereka terkoordinasi dan berjalan seperti system, semua bergerak dengan terpola, memesan, bercanda, berbincang dan bernyanyi, namun perasaan dan garis wajah tidak dapat menbgabaikan bebagai keragaman yang dapat aku lihat, tidak dapat kusimpulkan apapun, perasaan menutup semua hipotesis ku, aku tau  “ rasa “ tak bisa membohongi semua, aku membatin denga menghela nafas sekali lagi„ aku melihat lagi mereka.. ya mereka yang berkunjung kesini, terlihat memiliki tujuan yang sama tapi aku sadar mereka berbeda, sangat berbeda, aku tidak berpusat pada memesan atau bernyayi bersama , perbedaan diantara kesamaan yang ada, aku melihat rasa dan garis wajah yang bebeda, lalu aku meyakini, ada pembeda diantara kesamaan ini, yaitu rasa „„ya rasa“ TIdak semua bahagia, dan tidak semua bersedih!!!!!”

Aku bergumam sendiri„ aku menahan tawaku sendiri diantara konyolnya pikiranku, aku membawa rumit smuanya„ tapi sungguh aku merasa tertolong.„ dan

Aku  kembali melihat garis wajah mereka, ada sepasang  kekasih yang sedang berdiam diri, ya mereka semua memesan minuman tapi dengan wajah yang cemberut aku yakin mereka sedang berantem„ hahah, lalu ada lagiyang memesan dengan wajah yang ceria, aku yakin dia pasti baru gajihan (merasa sok tau mode on), lau ada lagi yangememsan minuman dengan tatapn yang kosong , sendiri dan menunggu, aku tak tahu orangitu sedang menunggu apa, tersirat dari wajahnya seperti ia tidak menginginkan apapun untuk hari ini.

LAlu aku tersadar„ tenyata manusia diantara kesamaannya yaitu berbafas, bergerak dan menangis lalu tertawa dan ada kisah pembedanya diantara problema tersimpan yang hanya mereka yang tahu, “Rasa menjadi saksinya” rasa tersimpan dalam hati, dan hanya aku, kamu dan mereka yang tau apa yang sedang kamu rasa, lalu aku berbohong lagi, mukaku, mukamu dan muka mereka yang terlihat ceria mungkin menyimpan rasa sakit yang hanya aku, kamu dan mereka semua yang tahu..

Aku tidak ingin menyebut manusia seperti topeng, karena tidak semua manusia menyimpan perasaan sendiri„

Ya, aku meyakini diriku bukan hanya diriku saja yang memiliki masalah, lalu kataku berucap untuk kesekian kalinya

“ Hah, setiap manusia memiliki maslah yang berbeda dan sellu menganggap masalahnya aling berat”Keluhku..

“ Kenapa gie?” tegur Andri sesaat

“ Eh gpp” lalu aku menorehkan senyum paling manis,

Denganmu sahabatku, aku melewati nya dengan sangat tegar, kami memesan snow chocolate ice,aku mulai menyukai minuman ini, aku memulainya dengan bercerita tentang kisah konyol, lalu bercerita tentang cinta yang menurut kita berdua sangat complicated. Lalu aku bergumam sendiri sungguh ansyik berbincang dengannya,aku hamper mngabaikan masalahku sendiri, saling bercerita sampai lupa waktu itu yang aku lakukan, sampai akhirnya semua pembicaraan ini terhenti saat aku mengingat tempat yang sedang kami duduki adalah tempat yang taka sing aku duduki,

Ya itu pertama kalinya anggit membawaku ke tempat ini, dengan situasi yang sama, dimana aku butuh hiburan dan hanya ingin bercerita.

Aku teringat dirinya disaat itu memakai baju warna hijau, aku tertawa bersama andri dan mengingatnya kembali, aku seperti tertarik pada kisah lamaku, setahun yang lalu, aku duduk deng posisi yang sama berbincang dengan tema yang berbeda namun rasa kembali mengantuiku, rasa tempat ini tak berbeda, aku melihat sekelilingku, semua berucap bernyayi dan tertawa, kau melihatnya seperti opera bisu, semua bergerak lamban tanpa suara, aku melihat andri berucap, sangat asyik sekali, kami bercanda, namun pikiranku masih bergulat akan uvoria dirinya yang masih terasa di benakku setahun yang lalu.LAlu kami beranjank membicarakan nya, , Andri pernah bertemu dengan nya sekali atu dua kali, tapi aku yakin ia tak begitu paham akan kisahku, aku ingin mengabaikannya, kupaksa„aku mencoba mengabaikannya lalu mengikhlaskanya, sakit memang tapi waktu tetap berjalan dan menganggapnya sebagai kisah yang tak terlupakan, ini adalah penghargaan untuknya,tak perduli apa yang ia rasa./ walaupun aku yakin aku yang lebih sering tersakiti, tapi aku bersyukur pernah mennyayangimu.

Menghela nafasss….

aku mengbaikan semua, dan mulai berbincang yang lain.. aku menikmati hari ini sungguh

LAlu semua berakhir„ aku tak mengira sudah selarut itu,coklatku sudah habis,  kami berbicara  kisah  tentangmu dan masalahmu .. tentangku dan masalahku„ dia sahabatku „ dan selamanya menjadi adik dan sahabatku, .

waktu yang larut, aku pun melihat bulan kian bersiaga„sambil berjalan di parkiran  kami cengegesan seperti orang aneh„Andri mulai mengendarai motor, aku bersiaga memasang helm ku, kumelihat wajah dibalik spion.. seperti adikku, aku bergumam

hei kamu orang yang 3 tahun lebih muda dariku dan aku 3 tahun lebih tua darinya, aku melihat sosok adik didepanku, dan aku mulai teringat adikku di bogor dengan kelakuan yang hampir menyamainya„ Andri,. andri„ hahah

23 Oct 2009

Lentera,,

Ya dulu, 2 tahun yang lalu, aku sering melakukannya„

suatu ketika aku berjalan di lorong yang sempit „ sambil melangkah aku menghitung angka acak itu seperti alunan lagu berbait indah„sering kulakukan itu sesaat aku berada di sini„ bosan, tapi keluhan itu sangat tidak membantu„ hihi..JOgja tidak seterik ini„ tidak seperti kemarau yang sering kulalui„aku hidup disini mencoba untuk bahagia berharap memang kebahagiaan itu nyata untuku„ lalu ku meencba menghitung lagi„ entahlah ada orang atau tidak yang melihat kekonyolanku,tapi aku cukup puas melakukan kegiatan yang menurutku mengasyikan„

ya, berjalan di lorong sempit sambil menghitung angka acak, seperti baitan alunan lagu tentang perjalanan hidup„ ternyata aku sedang menghitung waktu„ waktu yang telah kuhabiskan untuk sisa hidupku, apa saja yang telah aku lakukan selama ini?? aku mencoba merefleksikannya di lorong ini, lorong sepit tak berbatu„ hanya ada tanah dikelilingi dinding dan pagar2 tinggi„ aku rasa tak ada yang melihatnya..

Mulutku komat kamit, mataku bergerak cepat„tak terasa tempat peraduanku sudah terlihat, lorong itu sudah lewat sampai batasnya„ aku berhenti menghitung, hanya nampak gerbang besar yang kutahu tak asing bagiku..

ya„ aku sampai kos..
Membuka kamar yang menjadi peraduanku selama ini dengan sangat hati-hati, ,sambil menghela nafas„ melihat kamarku yang tumben terlihat rapi,kumencoba memberikan setitik cahaya di dalamnya,lalu hatiku berguman sendiri„ ” tumben sekali terlihat rapi”.. lalu kumatikan kembali,
aku duduk diatas surga tidurku sambil merunduk, menatap pantulan langit-langit atap di lantai dengan tatapan yang kosong„ aku mencoba mengingat kembali untaian kisah yang kucoba kuingat di lorong itu„ aku hanya bergumam sendiri ” bukanlah aku ini bodoh, untuk apa aku mengingatnya lagi” Lalu aku mencoba melihat sosok wanita di depanku, sungguh kantung matanya yang menghitam dan besar menujukan ia memang wanita yang sangat payah, kutersentak karena kumelihat cerminan diriku sendiri, seolah ia bergerak dan berkata ” sungguh kasihan dirimu, tidakah kau kasihani dirimu sendiri” ia pun menangisi untuk dirinya sendiri„ ” sungguh kasihan!”

Lalu aku mulai resah dengan pikiranku sendiri„ sesejali kumenghampiri tumpukan foto yang sudah lama tidak ingin aku lihat lagi„ tumpukan itu masih berada di beranda unjung tembok, sengaja kusimpan disana berniat untuk tidak membukanya lagi„walaupun sesekali hatiku tergerak seperti proton bertemu elektron, seperti heroin bertemu pecandunya, keinginan kerasku untuk menghampiri catatan dan seberkas memori itu membuatku menjadi setengah gila, aku tak bisa menahanya..ini semua membuatku sakit

Sambil tergetar kuhambiri tumpukan itu„ kotak yang sudah aku tutup rapat2 kubuka kembali„belum saja kubuka, aku sudah bisa merasakan keresahannya„ haah..aku melihatnya lagi„

melihatnya untuk sekian lama kututup rapat„haah, kumenghela nafas, kali ini udara yang kuhirup dapat kurasakan hingga keronnggaku, aku menahannya hingga terasa kehatiku, sesak rasanya,aku tak bisa menahanya„ aku terdiam sekian detik dan dengan tatapan kosong semua masuk ke memoriku seperti gambaran video masa lalu dan bergerak dengansangat cepat, sepertinya memori ini memaksa untuk memflash back semua kenangan itu„ mataku tetap kosong „ semua yang bergerak hanyalah otakku yangtidak dapat aku kendalikan„

entah aku meraas sangat payah„ memori itu hampir marasuki semua bagian dalam otakku„ aku tetap terdiam dengan tatapan yang kosong„ sampai akhirnya semua sudah siap untuk memulai cerita itu, aku sepertia alat penggerak yang siap memutarkan kisah yang amat panjang„ aku memang sakit namun kali ini akumerasa aku benar-benar sakit..

tak peduli rasa itu„

lalu,detik kian berlalu gambaritu sudah terlihat jelas, dan kisah ini dimulai..l..

Kutersentak lalu bernafas perlahan„ ingin kuulangi kisah itu tapi terlalu sakit untuk mengingatnya. Aku merasakan bahagia itu tapi mengapa terlalu dalam luka yang ditinggalkannya. Ya luka untuk mennyayangi apa yang sebenarnya tak patut aku pikirkan.KAdang mencintai tak perlu pembalasan namun pengorbanan tetap sakit jika tidak terbalaskan. Aku emcintai kadang tak cukup hanya untuk berkata aku sayang, tapi pembuktian yang diharapkan bukan omong kosong yang dianggap tabu oleh nya. Aku, kamu dan mereka sudah dewasa, itu yang sering terucap darimu utuk meyakinkanku “sayang tak perlu pengorbanan yang berlebihan !”

lalu aku dituntutnya untuk mendewasakan diri dengan caranya. Ya aku berusaha dewasa untuk menyayangi dirinya, disaat aku sedang jatuh cinta„ kubuttakan mataku hingga semua terasa gelap, aku sadarai namun kumencoba untuk tidak menyadarinya hingga aku mencoba menyakiti diriku sendiri untuk menyayanginya, sungguh aku tak menyalahkan mereka , ataupun kamu, tapi aku bersyukur aku masih diberikan  pilihan untuk menyayangimu sampai hari ini. Entah sampai kapan kegilaan ini akan berakhir, sungguhpun aku ingin mengakhirinya, tapi hatiku berkata aku bukan manusi super, aku mengerti kelemahanku, kelemahanku yang tak pernah aku pahami bagaimana cara mengobatinya„aku tidak ingin mengatakan aku sayang, tapi sungguhpun sayang ini tidak sebesar luka yang ada, aku bersyukur sayangku masih terlalu besar untuk memaafkanmu„mamaafkannya dan memaafkan mereka„

Agustus 2006

Suasana ramai, seperti biasanya aku bergegas pergi ke kampus dengan hatiyang gundah, tidak tahu mengapa, tapi bisa dikira jam sudah menunjukan angka yang msembuatku mual dan sedikit panic, ya 07.35. bukankah itu waktu yang telat buat anak kampus yang seharusnya masuk di pukul 07.30

“ Yah„ berangkat dah .. Muka ku memelas

„ Mbk Liaaa„ tungguin aku dunkz” Tegurku sambil mengikatkan tali sepatuku yang sering membuatku jengkel. Kupastikan LIa hanya terkikik sambil membawa motor barunya membelakangiku..

“ Telat lagi neng? Kebiasaan nih , hihihi” Balasnya.. Cukup singkat tapi aku yakin cekikiknya menandakan bertapa pemalasnya aku

Bergegas dengan wajah yang cukup berantakan, tanpa terpoleskan satu kosmetik bahkan terbiasa  berangkat tak berparfum aku memanggil teman sebelah kamarku, Upszz Lia namanya.. Kakak tingkat yang cukup terliat muda, bukan hanya terlihat muda tapi emang umurnya yang masih sangat muda„ sungguh prestasi yang membuatku cukup terkagum2 ketika kutanyakan umurnya pada saat itu, kami berbeda 3 bulan„ dan astaganya 3 bulan lebih tua aku dibandingkan dia yang berbeda 2 tingkat lebih senior dari umur kuliahku. IRONIS

… ting tong„, aku melihat diriku kembali sesaat berfikir mengenai Lia

dengan perasaan penuh haru, kumenghampirinya. Haiyahh„ haru ???? , ya„ haru karena disaat telat seperti ini„ mendapatkan tumpangan adalah ide cemerlang yang pernah ada. Dan jackpot untuk mu mbk Lia„ kau menjadi wonder womenku , at least untuk hari ini…

AKu dan kebiasaan burukku dan dia dengan kebiasaan baiknya, aku merasa tertolong jika aku bersamanya karena putius asa mendapatiku tak mengenal siapappun di Jogja,

Lia dan senang akan kebiasaanya. Hampirtak ada celah  kesalahan untuk menegur nya aku memncintainya seperti kakaku sendiri. Dan kupastikan diapun begitu, lalu kuanggap itu adalah kepastian lebih dari hokum pasti yang pernah ada.

Salut De Amour„ masih mengalun indah, seolah mengajakku berdansa diantara baitan dan gesekan biola yang mengayun„,  sangat mempesona„ semua terdengar jelas ditelingaku. Perjalanan 5 menit aku habiskan untuk ini, untuk lagu yang entah tak akan berhenti mengalun dikepalaku untuk waktu yang lama.. Salut De Amour sangat indah Elgar menciptakannya „ aku bahagia untuk lagu ini, dan menangis jika mendengarnya„ beribu kuulangi terus„ sampai…semua berhenti „,

“ Udah sampe neng„ cepetan masuk„ gita niii„, “ tegur Mbk lia sambil memberhentikan motornya„

Lagunya berhenti seketika motor terhenti„ aku rasa aku sudah sampai..lagu ini masih terngiang di kepalaku„ sampai akhirnya, aku melihatnya lagi…

BErsambung …..

11 Sep 2009

Hmm, Hari ini sangat.... Gado-Gado rasanya.. Hix :(

Adam Rinaldi: wow

Adam Rinaldi: cape banget

Adam Rinaldi: hari yang sangat gado2 rasanya?

sweet_girl_walk: iy

sweet_girl_walk: hahahah

sweet_girl_walk: aneh bgt y ststus gw

sweet_girl_walk: hihihi

Adam Rinaldi: hahaha

sweet_girl_walk: gimana gag gado2

sweet_girl_walk: klo lw tau petualangan gw pagi ni, beuuhh…

Adam Rinaldi: kirain kemaren yang gado2

sweet_girl_walk: beuuuh..

Adam Rinaldi: beuhh

Adam Rinaldi: cerita dong

sweet_girl_walk: haha

sweet_girl_walk: tadi pagi gw telat bangun

sweet_girl_walk: kuliah jam 6.45

sweet_girl_walk: gw bangun jam 7

sweet_girl_walk: hihihi

sweet_girl_walk: parah ga tuh

Adam Rinaldi: hahaha

Adam Rinaldi: masih mending telat 15 menit

sweet_girl_walk: untung ada temen gw yang ol

sweet_girl_walk: gw mencurhat kejiwaan lah, for making decision

sweet_girl_walk: yah

Adam Rinaldi: hoo

sweet_girl_walk: alhasil dengan dorongan kejiwaan dari temen gw yang penuh semangat„ wejangan akan arti kuliah „ gw berangkat dalam kondisi gag mandi

sweet_girl_walk: hahha

sweet_girl_walk: ill feel ama diri gw sendiri

Adam Rinaldi: hahahaha

Adam Rinaldi: berarti mpe sekarang belom mandi dong?

sweet_girl_walk: yuppy

sweet_girl_walk: tapi gw ada di kos nih

sweet_girl_walk: gw berangkat„ tiba2 motor gw gag bisa diajak koordinasi

Adam Rinaldi: lah

sweet_girl_walk: „ untung gw punya jampe2

sweet_girl_walk: nyala juga dah

sweet_girl_walk: yah gw sempet ragu2 tuh„ kebanyakan mikir yang aneh2

sweet_girl_walk: yang telatnya dah parah lah„ diusir dosen lah, diketawain lah,

sweet_girl_walk: bla bla bla

sweet_girl_walk: ampe gw bawa motor antara maju dan mudur

sweet_girl_walk: maksudnya??

sweet_girl_walk: aneh banget yah bahasa gw

Adam Rinaldi: hahaha

Adam Rinaldi: gimana tuh bawa motor maju dan mundur

Adam Rinaldi: ?

sweet_girl_walk: maksudnya di depan kampus dalam kondisi kepepet jam„ gw masih sempet berfikiran untuk balik lagi ke kos n tidur

sweet_girl_walk: haha

Adam Rinaldi: ohh

Adam Rinaldi: untungnya semua kekuatiran lo ga terjadi?

sweet_girl_walk: nah„untungnya setan yang biasanya ngebisikin gw lagi cuti „ coz lagi dikerangkeng

sweet_girl_walk: jadinya iman gw yang tergoyahkan beberapa menit

sweet_girl_walk: lebih mudah gw kontrol

sweet_girl_walk: yah, kuliah lah gw

sweet_girl_walk: horeee

Adam Rinaldi: horeeee

sweet_girl_walk: semangat tuh gw kuliah„ udah telat gag mandi„ kagak tau apa yang gw bawa di dalem tas„ n kudu masuk kelas yang gw baru sadar itu lantai 4

sweet_girl_walk: ajib gag tuh

sweet_girl_walk: gw diajak olahraga pagi

sweet_girl_walk: ajiiib

Adam Rinaldi: hahaha

Adam Rinaldi: di kelas ga dimarahin kan?

sweet_girl_walk: lah gw lari2 dah, naek tanggal belakang„ diotak gw cuma ada, twlat, dosen, kelas, n diketawain„ smapai akhirnya gw cape sendri naik  tangga, bodohnya pas gw dah ada dilantai 4„ gw baru sadar„ klo di kampus gw tercinta itu sudah terfasilitasi Lift yang sangat efisien„ bodoh gag tuh gw„ trus sebelum gw nyampe lift, dengan perasaan gondok,  gw sempet meyakinkan diri gw„ “ok klo masih pagi gini pasti lift gag akan beroperasi” Pd bgt gag tuh gw„

sweet_girl_walk: taunyaaaaa…..

sweet_girl_walk: lift nya Nyala.. cukup shock dengan muka yang sangat datar (mencoba mebesarkan hati)

sweet_girl_walk: gw cuma bilang tuh di depan lift ” OKe makasih”

sweet_girl_walk: ” lw sangat berfungsi untuk hari ini, buat gw yang lagi program diet”

Adam Rinaldi: kya..

sweet_girl_walk: hisyaaaaaaa

sweet_girl_walk: gw masuk kelas nih

sweet_girl_walk: …

sweet_girl_walk: seperti bayangan gw„ gw telat

sweet_girl_walk: tapi untungya dosennya juga datengnya telat

sweet_girl_walk: ya ada sekitar 10 menit sebelum gw masuk kelaslah

sweet_girl_walk: dah pd tuh gw„walapun kadang2 gw ngebatin sendiri

sweet_girl_walk: klo “gw belum mandi”

sweet_girl_walk: hhii

sweet_girl_walk: sebodo amat dah

Adam Rinaldi: ngahahhaa

Adam Rinaldi: ga keliatan belom mandi kali lo mah

Adam Rinaldi: pan pake kerrudung

Adam Rinaldi: *nyambung ga sih?

sweet_girl_walk: yah„ gw udah cak cek cok sendiri aja, pd banget, dosen gw juga dah ngenalin diri, gw uga udah merasa aman dari pikiran2 jelek gw„ minimal gw gag diketawain ma temen2 gw

sweet_girl_walk: at least tampang gw keliatan fresh

sweet_girl_walk: haha

sweet_girl_walk: *mencoba membela diri&*

Adam Rinaldi: hahahaa

Adam Rinaldi: gapapa

sweet_girl_walk: yah„ udah sekitar 20 menit gw dikelas,tu„ kok perasaan gw gag enak

sweet_girl_walk: gagtau kenapa„ kayak pendekar yang tiba2 dapet wangsit

sweet_girl_walk: halah

sweet_girl_walk: kok perasaan gw ada yang  ga beres gitu„ lebay amat (terlibas fikiran sesaat film Final Destination)

sweet_girl_walk: walaupun sempet terfikir apa jangan2 gw punya indra keenem„ halah,klo yang ini beneran lebay..,

n ternyata bener…

sweet_girl_walk: lw tau apa kasus yang ketiga…

Adam Rinaldi: apa

sweet_girl_walk: gw periksa absen gw..

sweet_girl_walk: n ternyataaaa……

sweet_girl_walk: ……

sweet_girl_walk: GAG ADA NAMA GW!!!

sweet_girl_walk: lemes gw„ dengan muka tetep datar, lebih datar lagi, sangat datar„ sampe gag bisa ngebedain anatara pasrah dan merasa bodoh (tiba2 ngebayangin kedelai masuk kandang kuda)

Adam Rinaldi: loh ko bisa

sweet_girl_walk: Salah kelas dul

sweet_girl_walk: sumpah udah kayak maling ayam tapi nyolong kambing

sweet_girl_walk: oshhhhhhhhhhhhh

sweet_girl_walk: dudul bener dah gw

Adam Rinaldi: hahaha

sweet_girl_walk: nah berhubung setan yang suka ngeggoda lagi cuti dikerangkeng

sweet_girl_walk: biar malu  atau apa kek,

sweet_girl_walk: gw pindah kelas lah

sweet_girl_walk: alhasil kejadian  yang paling gw takutin n gw hindarin„ terjadi…

sweet_girl_walk: “diketawain temen2 gw” dengan kasus yang berbeda n lebih konyol

Adam Rinaldi: hahaha

sweet_girl_walk: hiyaaaaaaa„, gw ngeliat diri gw sendiri ” oh gita hari ini kau sangat fool..

sweet_girl_walk: Weird

sweet_girl_walk: …….N.

sweet_girl_walk: sukses mencetak hari tergado2 sedunia

Adam Rinaldi: gapapa

Adam Rinaldi: jadi ada cerita seru

sweet_girl_walk: halah

sweet_girl_walk: ok

the end for today

8 Sep 2009

“Carry out a random act of kindness with no expectation of reward, safe in the knowledge that one day someone might do the same for you”
— princess diana

7 Sep 2009

“Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope or confidence”
— Helen Keller

7 Sep 2009

“The best way to keep your friends is not to give them away”

3 Sep 2009

“Happinness comes from enjoying the small daily things of life”

1 Sep 2009

Buat AA n Yudhi,, I love them

HAri itu, tepatnya Juni,sebuah mimpi terbukti pasti, entah dejavu ataukah keinginanku, JOgja menghampiriku seketika, Aku diterima di UGM„ bahagia„?? „ ya cukup bahagia„ menyisakan tangis dan lambain tangan untuk orang-orang terkasih,tak dapat berfikir karena terlalu cepat„ memang impianku bukan disini„ sebuah impian lama mengingatkaku  Jas Almamater kuning kebanggaan„ tapi takdir menuntunku disini, JOgja„

” selamat datang jogja, selamat tinggal Bogor” disela nafas terucap„ AKU SENDIRI… ya benar„ aku benar2 sendiri„ gak ada tiga, dua bahkan satupun ku tak tahu bagaimana aku bisa hidup, kujalani hari dengan berfikir, seperti apa disana, aku belum pernah menginjakan kakiku di kota itu„ aku keras! Keras kepalaku yang menuntuntku untuk hidup sendiri„Sering aku jalan sendiri dan memikirkan, menangis, lalu kembali membuka mata, aku sendiri lagi„namun keluhku justru membuatku menyadari sekian lama ku disini semakin banyak hal yang aku dapatkan„JOgja Mengajarkanku Cinta..

JOGJA DAN CINTA

Hmmm„ rasanya kangen keluargaku„seribu kali aku emngucapkannya„namun diantara keluhku, aku baru menyadari JOgja mengajarkan aku sebuah arti yang sangat penting„ pengorbanan, dan rasa sayang yang terkadang terahalangi oleh gengsi yang besar  untuk mengatakan ” aku kangen” halah..

Sabtu„ entah tanggal berapa itu„ aku bergegas untuk kembali ke jogja.

seperti biasa„ melankolisku kambuh lagi„mau nangis tapi gengsi, huh„ Bogor aku pasti kanggen saat ini lagi„aku diantarakan oleh 2 orang yang paling aku sayangi, dikala itu hujan, kalo gag salah aku kehujanan, si kedua mendahuluiku, sementara aku tak lepas dari boncengan si pertama,

” yah ujan„ buruan atuh!” tukasku„

” yah neng, dapet keretanya gag yah” balasnya,

hup hup„aku tak melihat bayangan si ke dua, ternyata motornya terlalu cepat„ memang kebiasaanya mendengarkan musik sambil naik motor„ dasar orang aneh,

,aku masih berlindung dibelakang si ke satu, sambil menghitung waktu yang berjalan lebih cepat dari dugaaanku„

“17.30”….. hufff„ sial„ kehabisan tiket„ apa lagi ini!!!

oke bola mataku kembali berputar,ini menandakan aku sedang berfikir kerass!, apa lagi yang harus dilakukan, si kesatu cuman manggut-manggut, si kedua masih sok cool dengan musik di telinganya„ oke kita naik Ekonomi!!tukas pertama..

semua setuju„ kita berangkat..

Gag kerasa kenapa hatiku agag bimbang dikala itu„ hujan, gelap, kereta ekonomi, 1 jam, gambir, grrrrr„,bimbang tapi tetap berjalan, melihat si pertama mengeluarkan uang receh berjatuhan„si kedua tetap dibelakangku dengan rambutnya yang basah dia tetap terlihat menjengkelkan

mereka semua calon penunmpang melihat kami„ entah heran ataukah iba,

lalu aku berkomat kamit lagi, hujan, gelap, kereta ekonomi, 1 jam, gambir, lalu ditambah lagi pikiran aneh„ desek desekan, kecopetan, kriminal, diancem copet„ uugghh,please!

upsss jam berapa ini??? 06.30! aku tau bagaimana susahnya dan sesaknya kereta di jadwal itu„bukannya aku manja„ tapi aku takut„ bukan buat diriku tapi untuk keduanya„

1, 2, 3.. detik keempat semua buyarrr!!

semua itu benar„ gerbong terakhir„ gelap„ gerbong paling gelap diantara gerbong yang lain„ siiiall kedua„ tidakkk„ oke aku mulai menghitung keresahanku, gelap terjadi„ 1 jam pasti,gambir tujuan, lalu gimana dengan copet dan yang lain2..aku memutarkan mataku lagi„ si pertama tetap disampingku„ aku duduk dia berdiri„ karen tak cukup tempat lagi„ si kedua dismapingku, persis disebelah pintu yang diatasnya ada karat bertuliskan Exit..

menit pertama„ kedua„ ketiga„ tenang„ aku mulai tenang„tiba-tiba

Pemberhentian pertama„,sepertinya aku kenal„ oke kalo daerah ini aku tau„ ” stasiun Depok” masih kawasan yang aku kenal walaupun agag rabun, seketika kondisi semakin sesak„ sikedua dengan coolnya tetap bergulat dengan musik ditelinganya„ tiba2 aku pusing„semua sesakk„ keadaan semakin mendesak si pertama, berdempetan, saking gelapnya pandanganku agag kabur melihat wajah orang2 disekelilingku„ya ampun apa ini„ pikiran aneh ini menghantui lagi, kenapa tatapan mereka aneh„

Lalu si pertama berfikir„ aku tau dia agag kesulitan, tapi aku tau dia memang yterlihat tenag tapi klo udah keringetan aku tau ini pasti ada yang gag beres..

” neng, lw tau gag ni kereta lewat gambir apa gag”

mendengar pertanyaanya„ satu,detik, dua detik , tiga detik, baru sadar„ lalu suara jeritanku tidak keluar dari mulutku namun sampai keubun-ubunku„

Ya Allah„ aku gag tau ni arah kereta bakalan kemana!

aku cuma geleng-geleng, si pertama mulai resah„ aku dah ketakutan„ suasana makin gelap karena bayangan orang yang berdesakan, aku berfikirrr„ tidak bisa berfikir„ berfikir lagi, tidak bias lagi.. harus percaya sama siapa?? aku takut,

pemberhentian kedua….”UI”

melihat seorang ibu setengah baya duduk diseberangku, entah engapa, melihat ibu itu aku seperti menemukan pencerahan, well .. satu ibu„ sudah membuatku nyaman„

“ BU, maaf , kereta ini berhenti di stasiun gambir gag ya?” masih tegang dan aku mulai cemas..

“ Aduh dek, klo ekonomi gag ada yang berenti di gambir,” suara payau ibu membuatku semakin cemas dan lemas.. tidak apa lagi nih„ si pertama hanya bias ngeliatku dengan nada mencoba menenangkan„ “gimana donk, ambil pilihan” tukasnya.

“ terus yang stasiun yangdeket gambir mana ya?” tanyaku kembali

“ wah, saya gag hapal, tapi klo jalutr ini ke kota kamu turun di pandawa aja, jangan yang di manggarai ya, dek kenapa memilih gerbong ini?” sambungnya

“ dapetnya ini bu,” jawabku

Dengan perasaan cemas, aku berharap ibu memberikan alas an yang tidak membuat jantungku berkata berhenti!

“ disini gelap, kalian gag tau Jakarta, jaangan asal berbicara dengan siapapun, ibu turun setelah stasiunini, kalian segera ambil gerbong yang terang, disini bahaya”

OOOHHH GOD„ apa ini, mendenga kata terakhirnya mukakau pucat, seketika ib menghilang di pemberhentian ketiga, tiba2 kepalaku pusing, si pertama menduduki tempat si ibu, si kedua masih asik di sebelah pintu, aku tidak bias berkata apa, aku Cuma takut, mengapa beberapa oranfg sekeliling ini melihatku, aku takut.

“ NEng lari aja yuk ke tempat itu” bisik pertama , kumohon alas an logis sipertama setidaknya membantuku mengatasi rasa takut ini, akupun sudah mencari akal gimana caranya agar aku dan keduanya bisa lewat dengan sukses„, rasanya lorong menuju tempat terang terlihat  sangat jauuh„

“kenapa?” tanyaku

“ c kedua itu, dia diincer ama yang di depannya?”

“ maksudnya”

“ dia ngeluarin hp, gimana neng? Dia diliatin terus?”

Seketika wajah sosok hitam berjaket kulit depan si kedua tidak bergeming, matanya hanya tertuju ke kantong arah musik itu berasal, aku melihatnya persis di depanku, aku terisak rasanya mau nangis tapi tidak bisa. Aku cemas„ takut dia kenapa2 „

Bagaimana ini…???

Tak ada jalan„ aku menarik kedua dan bergegas„,  tak kuat entah bisikannku itu menggelegar atau tidak

Aku berkata “ LARI” cepat..entah bagaimana„semua berjalan cepat kita bertiga lari…ketempat yang lebih aman..

TErang.. kau melihat cahaya terang di depan, tak terpikirkan apa, tak terasa hentakan sepatuku mungkin menggelegarkan lorong hitam sepanjang gerboong kereta itu, , gerbong hitam yang sampai aku tak ingin melihat bahkan mengenal siapa saja yang ada disana„ aku sudah taksabar lagi„ lorong berikutnya hamper sampai, seperti melihat bulan di kegelapan, seperti melihat matahari dikala subuh, aku bersyukur„ aku memegang erat tasku yang berat„ si pertama menggendong tasku yang satu„ kurasa lebih berat dari tas yang kugendong, tak lupa ia tetap menggenggam dompet itu„ si kedua kuliaht sudah terlihat panic, aku tak memngira„ ia dibuntuti„ kenapa dia mengikuti kita ?? “TIDAKK„ cepat cepat„ topi pria misterius itu dihempaskannya, mengapa gelagatnya seperti tergesa-gesa„ kami semakin melangkah cepat, terengah- engah, dan akhirnya kami pun lari, dan

Akuingin mengangis„ aku melihat wajah keduanya„ kau terisak karenanya, aku benar2 takut„ yang aku khawatirkan dia, orang kedua yang aku cintai„ aku hanya ingin disebelahnya dan memastikan dia tetap dibelakang kami„ aku tak bisa berfikir„

Selangkah lagi nak„ ayo cepat„ ketiganya semakin melangkah„ ..menerobos himpitan apapun didepannya

Lalu tiba2 ia terhenti„ pria berjaket hitam bertopi itu seketika terhenti dikerumuan terakhir, sambil menatapku, matanya tak pernah lepas„

Dia dimana??? Si kedua?? Hupp disebelahku, ..

Aku mulai pusing„ kenapa terik sekali„ kuliahat kerumunan itu, aku, kita, berada di tempat yang aman„

Aku tetap terpaku dipojokan dengan wajah cemberut, kedua tangan tetap memegang tas, si pertama mulai tenang dan memastikan dompetnya tidak terjatuh atau hilang di tempat dimanapun, si kedua measa bersalah dan menyembunyikan HP nya yang membuat masalah, aku tetap cats cetus mengingatkan mereka hati2. Aku tak perduli sebawel apa aku„

Dihimpitan semua orang yan terlihat baik, aku melihat ke jendela,aku hamper tidak bisa melihat apa yang ada diluar, semua kabur seperti bayangan2 yang bergerak cepat, kereta ini membuatku mual„

Semakin kabur dan semakin kabur„

Lalu„ aku berfikir„, ku meliahat rumahku, yang tidak begitu besar„ ramai sekali, ada ua, paman, bibi, saudara saudara jauh, semua hadir„ mereka ada yang tersenyum , ada yang berbincang- bincang, tertawa,  kegembiraan dan kegembiraan, semua berkumpul„ senangnya.

Aku kemudian lari ke lantai 2, tak banyak perubahan, kali ini tetangga-tetanggaku berkumpul, entah apa yang mereka bicarakan samara samarterdengar olehku, mereka memakai pakaian yang sedang hit sekali tahun 80 an, mengapa mereka memakai pakaian seperti itu??

Lalu aku beranjak ke suatu tempat yang tak asing bagiku, tapi banyak perubahan„ tempat tidurnya tak sekuno itu„

Berdirilah seorang wanita cantik dengan daster yang pernah aku lihat„ tapi daster itu terlihat bagus„ beda sekali dengan apa yang kulihat sebelumnya„

Wanita itu disamping keduanya„ pria tegap„ yang perutnya hampir membesar,..

Aku terengah„ tba2 berlari anak kecil laki2 lucu, kurasa berumur 6 tahun„ disusul  anak kecil perempuan„ lalu memegang tangan anak laki-laki itu„ aku rasa itu adiknya„

“ Mamah, abah…” keduanya memanggil pria dan wanita itu„

Dan ternyata orang tuanya..

Aku tak bisa melihat mereka dengan jelas„ ibunya menggendong bayi kecil, mungil sangat lucu, mirip sekali dengan keduanya, aku rasa mereka berkeluarga„

Aku mau menghampirinya„ tidak hanya didepan pintu„ sampai akhirnya

Si anak perempuan ditarik oleh wanita itu, disusul ayahnya„ “ Ayo makan” geram ayahnya

Aku lihat wajahnya„ wajah itu„ taka sing bagiku, wajahmungil berbibir merah, berambut ikal dengan paras putih, pipi tembem„

Itu..

Dia..

Sepertimya..

Aku tahu„,

Itu….

……

…..Itu„, Aku„,

Mau dibawa kemanaa aku, aku hilang kendali„ apa ini„ apa ini„ dari gerbong misterius sampai hal aneh terjadi padaku„

Aku lari„ mereka cepat sekali jalannya„ mereka mau kemana„ aku terus membuntuti„

Mereka berhenti„ dan seketika anak kecil itu menangis„ rumah ini gelap, dan kosong, mengapa ?? tanyaku,?? Mana saudaraku,?? Tetanggaku,?? Paman„ bibi?? Ua?? Aman mereka semua„ mengapa kosong„ mengapa ??

Kulihat anak kecil itu sendiri„ duduk di depan jendela rumahku yang sangat berbeda dari pandangan awalku„ dia mengeluarkan air mata„ disusul kakak nya yang sedang menggendong adiknya„ mereke bertiga menangis„ si pertama berusaha menenangkan adiknya„ aku rasa terlambat „ini ada apa?? Aku pusing„ tiba – tiba bola mataku berputar lagi .. berputar cepat , dan cepat„ seperti awal, aku melihat semua bergerak cepat„ aku tidak bisa melihat jelas„ semua bergerak cepat..

Sampai,” duk” benda apa ini.„ aku terbentur„ terik sekali„ dimana ini„ ya „ aku lihat jelas„ bahu- bahu orang dengan ukuran yang berbeda„ warna berbeda„ bau yang berbeda„ sulit aku ada dimana„ lalu aku teringat si pertama dan kedua„ mataku  mencari cari mereka lagi, aku hamper nangis„ apa ini,

Kubuka mata  mencoba tenag„ aku, aku masih dikereta„ semua memandangiku„ bahu itu aku kenal bahu itu, pertama, kedua„ aku memegangi mereka„ aku takut..

“Bengong mulu lu!” celoteh si kedua mengagetkanku

Bengong?? Aku tersadar kalo selama ini aku bengong„ „

Apa  yang aku rasakan ini merupakan suatu kekhawatiran terbesar„ apa arti dari semua khayalan sekilas yang mulai menggangu pikiranku „ cukup 1 menit aku bergulat melihat tokoh diriku beropera sendiri„ prolog yang aneh„..

Entah mengapa suasana menjadi sendu,

Aku melihat mereka tertawa„ hamper sebagian besar dari penumpang disini disibukan oleh aktifitas nya masing2,bencengkrama sambil  tertawa,  membaca Koran sambil menikmati rokok, tidur dipangkuan orang terkasih sampai berantem dimuka umum,   aku melihat mereka seperti tokoh tokoh dinamis yang statis, pikiran pikiran dibenakku membuat mereka berdialog bisu„

Semua orang punya masalah„dan selalu menganggap masalahnya paling berat„ itulah yang selalu kuucapkan untuk diriku sendiri, entah pria perokok itu memiliki masalah apa, atau wanita yang tertawa itu belum tentu wanita paling bahagia dengan tiadak memiliki satu kasuspun didunia ataupun pasangan yangh sedang berantem itu merupakan pasangan yang paling bermasalah„

Hanya mereka yang tau..

Begitupun aku„

Pikiran  60 detik itu  meresahkan batinku„, malasah ini sudah ku fikirkan dari dulu, aku bahkan hamper melupakannya, namun kembali lagi, mengingat seorang anak kecil yang ingin membahagiakan adiknya„,

Hanya aku dan dia, lalu adik kecilku yang harus akulindungi,

Ia tak punya uang, begitupun aku , menangis menunggu orang terkasih pulang, lalu bagaimana jika mereka tidak pulang„ ya Orang tua ku„

Aku sedih melihat semua ini„ kupandangi mereka dengan rasa iba, si pertama, lau si kedua„ entah sampai kapan waktu akan menemaniku„ menemaniku untuk selalu mencintai mereka, diantara acuh ku, ada rasa sayang yang mereka tak mengerti, namun akupun percaya mereka memiliki rasa yang sama„

Begitu jauh aku menikmati rasa ini, teralalu lama aku bersama mereka, aku tau perkembangan mereka terlalu sakit jika berpisah„ bukan hanya untuk hari in, tapi jika waktuku, dia  dan kita sudah habis, entah dunia selanjutnya akankah kalian tetap menyayangiku seperti ini, akankah rasa sayangku tetap ada„ bahkan mungkin kita akan dipertemukan dengan keadaan yang tak saling mengetahui, berada di tempat dan kondisi yang berbeda, memikul dosa dan membawa amal yang kita perbuat„, kelak kita akan sendiri –sendiri bahkan tak saling perduli

Inilah waktuku„ sedikit waktu untuk bersama mereka„ untuk mengenal keduanya dengan perasaan sayang

Lalu aku berkata lagi dalam hati…

Waktu ku berapa lama lagi???

Lalu akupun menangis kemudian, mataku berkaca melihat mereka berdua„ entah yang satu sedang berfikir apa, dia hanya terdiam sampil melihat kaca jendela, yang satu lagipunbegitu seolah kami bertiga sdang merenung..

Lalu aku berkata lagi„

Waktu ku berapa lama lagi??

Aku tidak bisa menahan pecahan air mata ini„ lalu aku berpaling

Aku berkata lagi

Demi Allah, aku hanya memiliki mereka berdua„

saudara ku, yang aku sayangi„ sedarah denganku„ dan aku miliki..

jika semua tak ada„ bahkan kedua nafas kedua orang tuaku, meridhokan bagi kami bertiga„ aku hanya memiliki mereka berdua„ dikala semua tak ada„,Aku berjuang untuk ini, bukan untukku tapi untukmu dan untuknya„ Kakaku, dan adiku„

Berat ku tempuh jogja dengahn semampuku, dayaku habis, aku memikul beban untuk kebahagiaan mereka berdua„ tak perduli aku bagaimana, aku berjuang terbaik hanya ingin memastikan merka tak kekuarangan apapun nantinya..  lalu aku berkata lagi

Aku hanya memiliki mereka berdua dalam hidupku..

Aku berjuang buakn untuk diriku„ tapi untuk dirimu dan dirinya„ kakakku dan adikku..

Aku berucap kembali dan terakhir„

Aku hanya memiliki mereka berdua„

Hidupku, lelahku, tangisku dan bertapa beratny hidup di JOgja„ kamu ataupun dia tak tahu„ aku sering menangis setiap mammal memikirkan nasibku, nasibmu dan nasibnya„ lalu aku berkata..

Aku berjuang„ untuk memastikan kau ada, dia ada , dan tak kekuarangan satupun„

Insya Allah„ aku mendapatkan kekuatan itu„ untuk tetap maju„

KUliahku banyak!! Keluhku  setiap harii, apa kau dan dia mendengarnya„„

Hanya aku yang tau, bertapa sulitnya aku tinggal di kota itu , Jogja„,

Ku menangis karena cinta, Jogja mengajarkan aku cinta„ cinta kepada saudara, cinta terhadap keduanya yang mungkin sering kuabaikan„

Stasiun berhenti tepat pukul 07.30..

Aku berhenti di stasiun seperti yang ibu bilang„

Agak sulit keluar dari tempt ini, tap mereke berdua menolongku, bahagia membuat satu jam ini dengan dengan perasaan gembira dan sedih„

Saatnya ku pergi„ mereka mulai memalingkan bahu, dan aku ditinggal sendiri karena aku yakin aku bsa menemukan gambir sendiri„,merek tenang karena aku mandiri„

Kulambaikan tanganku di belakang bahu mereka„ aku yakin mereka tak melihatnya„sambil menangis yang tak dapat kutahan„sampai kata “dadah” ucapan selamat tinggal hanya terucap didadaku„

Aku memandangi bahu keduanya yang semakin jauh„

Jauh„ dan jauh„

Aku berkata untuknya dan untukmu„

Aku sayang kalian berdua„ hanya kalian yang kupunya

Kakak Dan Adiku.. :’)

The End (Gita)