
bulan pertamaku
Kukatakan pada malam yang begitu indah
cahayanya masih tak nampak
terlalu kokoh dan hitam membelenggunya
kemana harus kucari?
kutanyakan pada matahariku
namun tetap tak bersua
Hari ini terlalu gelap hingga aku buta
kutanyakan diwaktu siang
kemanakah bulanku?
kurengkuh wajahku diantara putihnya kelopak bunga dan berkata dalam hati
“aku takut malam” mengapa bulan tak hadir hari ini?”
tak sadar kutanyakan pada matahari yang kian meredup
” bulan terlalu letih menunggu pagi”
kutersentak dan lelah menyandarkan diriku sambil merunduk
“ternyata senja telah tiba, dan aku masih takut akan malam”
bulan lain
Jingga„,
hari itu kulihat samar bulanku
tapi tetap tak menjawab resahku…
penatku berkata lain ..
bulan„
bulan ini bukan bulanku..
pucat!!
dan kini yang ada hanya KOSONG
lelah…
mencari satu bahagia yang tak kudapat dari cahaya manapun..
jalan dan kosong!!
Cahaya itu meredup dan membiaskan aku hingga jatuh dan tak perduli..
bulan ketiga„,
Senja„
Kuberkata pada senja yang melihatnya di sore itu
Menangis tanpa tersirat diwajahnya
Kutau matahariku tak sekuat penampakannya..
Dia tak pernah tahu rapuhnya aku terisak melihat nya
Dan kau TERDIAM seolah tak tahu
Aku tahu kau bersandiwara
lalu„
berjalan dan melihat kembali cahayanya
matahariku tak seterang itu„ terlalu terik!!
bahkan ia goyah akan prinsipnya..
kuberkata padamu„
” Bersabarlah, ingat! ini senja ! dan kau tak perlu khawatir .. malam akan datang
dan kau dapat beristirahat tenang bersamaku diatas bulan”
semua akan datang tepat pada waktunya.
lelap..
(lelahnya mencari bulanku yang lelap)
-Gita-