perempuan …
” Semangat akal budi telah berkumandang di seluruh dunia ketahuilah hak hak mu! Kerajaan alam yang hebat tak lagi dikelilingi oleh prasangka, fanatisme, takhayul dan kebohongan-kebohongan. Dengan gagah berani, lawanlah alasan hampa dari keinginan untuk menguasaimu, karena itu bersatulah.”
(Olympe de Gouge, (1748-1793))
” Feminitas merupakan suatu konstruksi, kaum perempuan setara namun dididik untuk menjadi subordinat, lemah dan bijak” (Marry Wollstonecraft)
quote yang sellau menanmkan spirit perjuangan atas hak-hak perempuan untuk kesetaraan yang seharusnya dimilikinya, aku hampir tidak mengenal apa itu bias Gender dan mengapa isunya tetap bergulat dan melekat tidak hanya dizamanya,ketika pertentangan Tirani dalam hierarki feodalisme dan rezim yang mengikatnya,namun hari ini akankan isu itu masih ada? lalu bagaimanakah dengan rezim tirani rumah tangga laki-laki atas perempuan yang kisah ketidakadilannya tidak pernah usai sampai kini, benarkah jika perempuan tetap terdidik menjadi subordinat yang lemah dan hanya pantas berada di sektor domestik? akankah patriarki itu masih ada? aku ingin mengetahuinya„ sungguh, bukan untuk mengkaji jauh hari ketika kekuasaan absolut itu masih ada, tapi hari ini ketika pergolakan revolusi reformasi, dan berbagai aksi suara kesetaraan sentar dan sudah dikumandangkan?
Tidak ingin menangis menjadi perempuan, tersenyum dan bersyukur dikala rasionalisme tidak selalu bertahan ketika emosi bertahta begitu besar kini hanya bersyukur terpilih menjadi bagian yang penyayang dan menggunakan emosi dalam mengendalikan rasio agar tetap realistis, penyayang, mengangis dan mengerti „ bukankah perempuan itu indah„
dan kitapun seharusnya tahu, manusia diciptakan setara„lalu apa yang disebut inferior yang merupakan klaim atas perempuan seharusnya memang tidak ada. namun adakah diantaranya yang mengerti dan menyadarinya, ataukah hanya tersenyum dan menerimanya? lalu aku bergumam, bahkan tidak semua perempuan mengerti seperti apa perempuan itu sebenarnya„ diantaranya hanya dapat tertawa dan menikmati diantara luka yang sebenarnya ia menyadari namun mencoba untuk mengabaikannya.. mungkin aku salah satunya :)